Senin, 02 Mei 2016

Visi Misi

1.    Visi
Sebagai unsur Pemerintah Daerah di bidang kesehatan yang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal pada masyarakat dengan berpedoman pada program-program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, maka Dinas Kesehatan merumuskan visi dan misi sebagai satu kesatuan dengan rangkaian kebijakan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 2015 – 2016
Selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Dogiyai Dou ena serta sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, maka di tahun 2016 Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai mempunyai visi  “Terwujudnya Masyarakat Dogiyai  Yang Mandiri Untuk Hidup Sehat”, dalam arti Kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab dari Yoseph Iyai melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Sesuai dengan tujuan dibentuknya visi tersebut, maka diharapkan kesehatan masyarakat Lamongan bisa mencapai satu titik Kesehatan yang paripurna dengan melibatkan seluruh unsur lapisan masyarakat
2.    Misi
Adapun misi Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai Dou Ena di tahun 2016 terdiri dari 6  misi sebagai berikut :
  1. Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Melalui Upaya Pemberdayaan Masyarakat; Peran aktif masyarakat termasuk swasta, sangat penting dan akan menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan, diharapkan peran aktif tersebut dalam melayani, melaksanakan advokasi, serta mengkritisi pembangunan kesehatan baik secara individu, kelompok maupun bersama masyarakat luas.
  2. Melindungi Kesehatan Masyarakat dengan Menjamin Tersedianya Upaya Pelayanan Kesehatan yang Paripurna, Merata, Bermutu dan Berkeadilan. Peningkatan kinerja dan mutu upaya kesehatan dilakukan melalui pengembangan kebijakan meliputi manajerial, kebijakan teknis serta pengembangan standard dan pedoman berbagai upaya kesehatan.
    Dengan meningkatkan kinerja dan mutu upaya kesehatan diharapkan upaya kesehatan dapat terselenggara dengan baik, dapat dicapai dan dapat dijangkau oleh segenap kalangan masyarakat, serta terjamin mutunya. Upaya kesehatan tersebut meliputi upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan secara paripurna.
  3. Menjamin Kualitas Ketersediaan dan Pemerataan Sumberdaya Kesehatan.
    Disamping berperan dalam pembinaan dan pengembangan pembangunan kesehatan juga melakukan pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin, penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana, penanggulangan penyakit menular dan gangguan Sakit Dalam, promosi kesehatan, pembangunan di daerah terpencil, tertinggal serta pendayagunaan tenaga kesehatan.
  4. Meningkatkan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Kesehatan Keberhasilan pembangunan berwawasan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil kerja keras sumber daya manusianya saja melainkan harus pula didukung oleh kelengkapan sarana dan prasarana yang ada sehingga pembangunan dibidang kesehatan serta program-programnya bisa tercapai.
  5. Mengembangkan Kebijakan dan Menejemen Pembangunan Kesehatan Keberhasilan pembangunan kesehatan berwawasan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil yang diwujudkan tanpa adanya kebijakan dan menejemen kesehatan melainkan harus diciptakan menejemen kesehatan yang akuntabel, dan diharapkan fungsi-fungsi administrasi kesehatan dapat terselenggara secara efektif dan efisien yang didukung oleh adanya sistim informasi kesehatan, IPTEK serta hukum.
  6. Mengendalikan Penyakit Menular dan Tidak Menular Sehingga Tidak Menjadi Masalah Kesehatan. Ditetapkan program-program prefentive  terhadap penyakit baik menular maupun tidak menular, dimana hal tersebut dilakukan secara lintas program maupun lintas sektor sehingga penyakit menular dan tidak menular tidak lagi menjadi masalah kesehatan atau setidaknya dapat diminimalisir.

1 komentar: